a. Ajaran Martin Luther
Pada tahun 1517 Martin Luther membuat 95 dalil yang menentang ajaran Kristen Katolik. Ia mengajarkan bahwa Gereja itu merupakan kumpulan orang-orang yang percaya (pemeluk agama Nasrani) dan Yesus Kristus sebagai kepalanya. Maka dari itu, kepala Gereja seperti Paus tidak diperlukan lagi.
Karena ajaran Martin Luther bertentangan dengan ajaran Katolik, maka atas desakan Paus, Kaisar Charles V mengundang Martin Luther datang di Reigchstag di Worms (1520), untuk melepaskan ajaran-ajaran yang dianggap keliru oleh Gereja Katolik. Ia menerangkan bahwa jika ajarannya itu bertentangan dengan Injil, ia sanggup untuk melepaskannya. Tetapi karena tidak ada yang dapat membantahnya, maka Martin Luther menyatakan melepaskan hubungannya dengan kekuasaan Gereja. Martin Luther sebenarnya telah melepas hubungannya dengan kekuasaan Gereja sebelum terjadinya peristiwa Worms, yaitu ketika Martin Luther membakar surat kutukan Paus.
Read the rest of this entry »