1. Bukti-bukti Masuknya Islam ke Indonesia
Berdasarkan bukti-bukti yang ditemukan di Indonesia, para ahli menafsirkan bahwa agama dan kebudayaan Islam diperkirakan masuk ke Indonesia sekitar abad ke-7 M, yaitu pada masa kekuasaan Kerajaan Sriwijaya.
Pendapat lain membuktikan bahwa agama dan kebudayaan Islam masuk ke wilayah Indonesia dibawa oleh para pedagang Islam dari Gujarat (India). Hal ini dilihat dari penemuan unsur-unsur Islam di Indonesia yang memiliki persamaan dengan India seperti batu nisan yang dibuat oleh orang-orang Kambay, Gujarat.
2. Sumber-sumber Berita Masuknya Agama dan Kebudayaan Islam di Indonesia
Sumber-sumber berita itu di antaranya sebagai berikut.
Berita Arab, berita ini diketahui melalui para pedagang Arab yang telah melakukan aktifitasnya dalam bidang perdagangan dengan bangsa Indonesia. Kegiatan para pedagang Arab di Kerajaan Sriwijaya dibuktikan dengan adanya sebutan para pedagang Arab untuk Kerajaan Sriwijaya, yaitu Zabaq, Zabay, atau Sribusa.
Berita Eropa, berita ini datangnya dari Marcopolo. Ia adalah orang Eropa yang pertama kali menginjakkan kakinya di wilayah Indonesia, ketika ia kembali dari Cina menuju Eropa melalui jalan laut. Ia mendapat tugas dari kaisar Cina untuk mengantarkan putrinya yang dipersembahkan kepada kisar Romawi. Dalam perjalanannya ia singgah di Sumatera bagian Utara. Di daerah ini ia telah menemukan adanya kerajaan Islam, yaitu Kerajaan Samudera dengan ibukotanya Pasai.
Berita India, dalam berita ini disebutkan bahwa para pedagang India dari Gujarat mempunyai peranan yang sangat penting di dalam penyebaran agama dan kebudayaan Islam di Indonesia. Karena di samping berdagang mereka aktif mengajarkan agama dan kebudayaan Islam kepada masyarakat yang dijumpainya, terutama kepada masyarakat yang terletak di daerah pesisir pantai.
Berita Cina, berita ini berhasil diketahui melalui catatan dari Ma-Huan, seorang penulis yang mengikuti perjalanan Laksamana Cheng-Ho. Ia menyatakan melalui tulisannya bahwa sejak kira-kira tahun 1400 telah ada saudagar-saudagar Islam yang bertempat tinggal di pantai utara Pulau Jawa.
Sumber dalam negeri, sumber-sumber ini diperkuat dengan penemuan-penemuan seperti:
· Penemuan sebuah batu di Leran (dekat Gresik). Batu bersirat itu menggunakan huruf dan bahasa Arab, yang sebagian tulisannya telah rusak. Batu itu memuat keterangan tentang meninggalnya seorang perempuan yang bernama Fatimah binti Ma’mun (1028).
· Makam Sultan Malikul Saleh di Sumatera Utara yang meninggal pada bulan Ramadhan tahun 676 M atau tahun 1297 M.
· Makam Syekh Maulana Malik Ibrahim di Gresik yang wafat tahun 1419. Jirat makam didatangkan dari Gujarat dan berisi tulisan-tulisan Arab.
Saluran Penyebaran Islam
Masuk dan berkembangnya agama dan kebudayaan Islam di Indonesia atau proses Islamisasi di Indonesia melalui beberapa cara atau saluran, yaitu:
Perdagangan
Sejak abad ke-7 M, para pedagang Islam dari Arab, Persia, dan India telah ikut ambil bagian dalam kegiatan perdagangan di Indonesia. Hal ini menimbulkan jalinan hubungan perdagangan antara masyarakat dan para pedagang Islam. Di samping berdagang, para pedagang Islam dapat menyampaikan dan mengajarkan agama dan budaya Islam kepada orang lain termasuk masyarakat Indonesia.
Politik
Setelah tersosialisasinya agama Islam, maka kepentingan politik dilaksanakan melalui perluasan wilayah kerajaan, yang diikuti pula dengan penyebaran agama Islam. Contohnya, Sultan Demak mengirimkan pasukannya untuk menduduki wilayah Jawa Barat dan memerintahkan untuk menyebarkan agama Islam. Pasukan itu dipimpin oleh Fatahillah.
Tasawwuf
Para ahli tasawwuf hidup dalam kesederhanaan, mereka selalu berusaha untuk menghayati kehidupan masyarakatnya dan hidup bersama-sama di tengah-tengah masyarakatnya. Para ahli tasawwuf ini biasanya memiliki keahlian yang dapat membantu kehidupan masyarakat, di antaranya ahli menyembuhkan penyakit dan lain-lain. Mereka juga aktif menyebarkan dan mengajarkan agama Islam. Penyebaran agama Islam yang mereka lakukan disesuaikan dengan kondisi, alam pikiran, dan budaya masyarakat pada saat itu, sehingga ajaran-ajaran Islam dengan mudah dapat diterima oleh masyarakat. Ahli tasawwuf yang memberikan ajaran agama Islam yang disesuaikan dengan alam pikiran masyarakat setempat antara lain Hamzah Fansuri di Aceh dan Sunan Panggung di Jawa.
Perkembangan Islam di Indonesia
Pedagang-pedagang Gujarat yang datang ke Indonesia bukan hanya berdagang, tetapi juga untuk menyebarkan agama yang mereka anut. Karena terdorong ketaatan mereka pada agamanya, mereka langsung mengajarkan pada masyarakat di mana mereka berada. Di samping itu para pedagang yang datang dari Persia juga ikut menyebarkan agam Islam di Indonesia.
Kerajaan Samudera Pasai adalah Kerajaan pertama yang menganut agama Islam di Indonesia, dengan Pasai sebagai pusat pengembangan dan sebagai pusat kegiatan para pedagang Islam di Indonesia. Namun, berkembangnya Malaka sebagai bandar perniagaan di Selat Malaka, menyebabkan kedudukan Pasai semakin mundur dan terdesak karena letak Malaka, jauh lebih strategis dari letak Pasai.
Pada abad ke-14 M, Malaka mulai berkembang sebagai pusat perdagangan di Asia Tenggara. Walaupun pada mulanya Malaka merupakan suatu perkampungan nelayan, akhirnya Malaka menjadi bandar yang sangat ramai.
Makin lama makin besar kekuasaan orang-orang Islam dalam dunia perdagangan di daerah Timur. Orang-orang Gujarat yang menyiarkan pengajaran agama Islam kepada orang-orang Jawa tidak menemui kesulitan, walaupun mereka telah 1000 tahun dipengaruhi oleh kebudayaan India.
Penyebaran agama Islam tidak dilarang atau dirintangi oleh Kerajaan Majapahit. Pada abad ke-15 M, kekuatan Majapahit mulai hilang. Bandar-bandar perdagangan yang ada di pulau Jawa mulai dikuasai oleh kekuasaan Islam.
Bandar-bandar yang ada di utara pulau Jawa membentuk suatu persekutuan di bawah Raden Patah (bupati Demak). Pada permulaan 16 M, pasukan Demak mengadakan penyerbuan terhadap Kerajaan Majapahit. Seluruh alat kebesaran Majapahit jatuh ke tangan Demak, sehingga Kerajaan Demak berkembang dan menggantikan peranan Kerajaan Majapahit.
Beberapa faktor yang mempermudah perkembangan Islam di Indonesia antara lain sebagai berikut.
· Dalam ajaran agama Islam tidak dikenal adanya perbedaan golongan dalam masyarakat. Masyarakat mempunyai kedudukan yang sama sebagai Hamba Allah. Walaupun demikian, ajaran agama Islam kurang meresap di kalangan Istana, hal ini dibuktikan dengan masih adanya praktek-praktek feodalisme khususnya di lingkungan keraton Jawa.
· Agama Islam cocok dengan jiwa pedagang. Dengan memeluk Islam maka hubungan di antara para pedagang semakin bertambah erat, sesuai dengan ajaran Islam yang menyatakan bahwa setiap orang itu bersaudara.
· Sifat bangsa Indonesia yang ramah tamah memberi peluang untuk bergaul lebih erat dengan bangsa lain. Dengan pendekatan yang tepat, maka bangsa Indonesia dengan mudah dapat menerima ajaran agama Islam.
· Islam dikembangkan dengan cara damai. Pendekatan secara damai akan lebih berhasil dibandingkan secara paksa dan kekerasan.
Wali Songo
Para wali yang berjasa dalam menyebarkan agama Islam di Indonesia dikenal dengan sebutan Wali Songo. Para wali itu adalah sebagai berikut:
a. Maulana Malik Ibrahim yang kabarnya berasal dari Persia dan kemudian berkedudukan di Gresik.
b. Sunan Ngampel yang semula bernama Raden Rakhmat berkedudukan di Ngampel (Ampel), dekat Surabaya.
c. Sunan Bonang yang semula bernama Makdum Ibrahim, putra Raden Rakhmat dan berkedudukan di Bonang, dekat Tuban.
d. Sunan Drajat yang semula bernama Masih Munat juga putra Raden Rakhmat yang berkedudukan di Drajat dekat Sedayu (Surabaya).
e. Sunan Giri yang semula bernama Raden Paku, murid Sunan Ngampel berkedudukan di bukit Giri Gresik.
f. Sunan Muria yang berkedudukan di Gunung Muria di daerah Kudus.
g. Sunan Kudus yang semula bernama Udung berkedudukan di Kudus.
h. Sunan Kalijaga yang semula bernama Joko Said berkedudukan di Kadilangu dekat Demak.
i. Sunan Gunung Jati yang semula bernama Fatahillah atau Faletehan yang berasal dari Samudera Pasai. Ia dapat merebut Sunda Kelapa Banten dan kemudian menetap di Gunung Jati dekat Cirebon.
alvauzi
14 November 2009 at 4:39 AM
assalamualiakum wr.wb
ada nggak pengaruh kebudayaan islam terhadap kebudayaan indonesia ?
trima kasih
wassalamualaikum wr.wb
hasheem
16 November 2009 at 12:43 AM
ada sabar ya ntar ama admin akan di masukkan…:-D
Anonymous
16 November 2009 at 2:44 PM
Asz. . .blh tx ma ad ngGa pexebrn agm islm melalui seni budaya dan penddikn?wsz. Wr.wb
Erna Gesit
30 November 2009 at 3:31 AM
Ingin investasi lebih menguntungkan dibanding deposito ?
Ingin naik haji secara cepat ?
Ingin menabung pembiayaan anak sekolah secara tepat ?
Saatnya….
Berinvestasi di EMAS dalam Bentuk DINAR
Kunjungi http://www.dinarprabu.blogspot.com
Terima kasih atas kesediaannya menampilkan di blog antum.
Anonymous
6 Januari 2010 at 5:59 AM
Joe
13 Desember 2009 at 12:09 PM
Bagaimna perkembangan islam di indonesia yg skarang dbandingkan yg dulu dilihat dari sisi iptek dn sosial ekonm?Apa yg mmbuat kita trtinggal?
apa sich
16 April 2010 at 2:16 PM
ga jelas lo joe
Nama Disembunyikan
16 April 2010 at 2:02 PM
gua belajar lewat web
Nama Disembunyikan
16 April 2010 at 2:03 PM
I HATE YOU…
Nama Disembunyikan
16 April 2010 at 2:07 PM
Jual Char PB…. Tuker sama Mobil audi
Anonymous
13 April 2011 at 8:03 AM
aku jual char pb mayor
Nama Disembunyikan
16 April 2010 at 2:09 PM
…
…
…
…
…
…
…
.
.
.
.
.
.
.
..
.
.
.
.
.
.
.
..
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
eva sayang dy selalu
16 April 2010 at 2:10 PM
gw jual dri harga bisa nego 1 mlm rp.2 jt
eva sayang dy selalu
16 April 2010 at 2:11 PM
gw jual dri harga bisa nego dri harga 1jt
Anonymous
16 April 2010 at 2:12 PM
copo
Joe
16 April 2010 at 2:14 PM
ni bkan ajang bwy gaya-gayaan… inget ya yg ga penting ga usah nge post!!(tae babi)
apa sich
16 April 2010 at 2:19 PM
joe itu bkan orang islam tpi kristen yg benci banget sma islam
Roy Suryo (pakar Telematika)
16 April 2010 at 2:59 PM
hai kata2 kotor tidak boleh d pakai
Joe
16 April 2010 at 3:02 PM
bacul
No Name aja dech
16 April 2010 at 3:03 PM
dewa gw tau…
syamsul bahri
13 Juli 2010 at 3:45 PM
aneh deh ngomongnya tu. kalo dak segera dihapus, ngeleber nanti bibirnya
disembunyikan
13 Juli 2010 at 3:49 PM
o y…… eva sayang dy selalu. jangan jual diri di internet….. gak laku tau…. kecuali orang-orang LO2 yang pengen beli diri lheo tu… murah nian. kalu mau jual diri tu 10, 20, 50, 100 jt – 1 m gt… murah banget… harga lhoe…
disembunyikan
13 Juli 2010 at 3:51 PM
ok
\
6 Oktober 2010 at 2:25 AM
islam ktp akuu…
qu ga bisa solat
Indira
18 Oktober 2010 at 2:33 AM
em bisa gak buktinya lebih diperinci lagi?
soalnya ada banyak teori-teori yang menyebutkan pada abad ke 13.
yamamura yumi
22 November 2010 at 11:00 AM
hmmm jadi bisa belajar di wab ne…..
regina mega pratama
15 Desember 2010 at 8:41 AM
koq ga ada proses masukx agama islam
misalx awalx dari mana terus melewati jalur apa, gitu….
tpi dah ckup membantu….
abu jihad
6 Februari 2011 at 11:40 AM
bagus ni sitys bisa bljr sejatah islam di indonesia
31 Maret 2011
20 Juli 2011 at 9:35 AM
Asuch ..
mksih yah bisa buat modal makalah ..
aku minta datanya ya om ..
Aini
22 Juli 2011 at 5:48 AM
Assalamualaikum… saya mau tanya media apa saja kah yang digunakan saat masa perkembangan islam diindonesia???? balas cepat!!
Anonymous
9 September 2011 at 3:16 PM
ass,
inii adalah kurikulumm sejarahh yg saia pelajarii.
sama persiss atuh.:)
bitch from hell
22 November 2011 at 11:43 AM
Lu semua lemah
Anonymous
13 Februari 2012 at 5:33 AM
krang lngkappppppppppp
ocey dech....Makasih bantu tugas Aq...,
7 Maret 2012 at 9:23 AM
makasih ea…udah bantu aQ,cari tugas…meskipun kurang lengkap….wkwkwkwk,
Teuku Ramli
18 Maret 2012 at 11:41 PM
sy berharap bpk ibu mau mengirim tulisan bersejarah ke email sy ini, dan trms atas partisipasinya.
Livia Zokam Parameswari
10 April 2012 at 8:12 AM
adaga masuk dan berkembangnya islam di indonesia
Anonymous
29 April 2012 at 11:08 AM
bukti masuknya islam ke pulau jawa nggak ada ya maz.