RSS

Belajar Menjadi ORTU


hasyeem hasheemSeringkali orangtua bingung mendidik, menghadapi tingkah anak-anaknya terutama anak-anak usia balita. Berbagai keluhan seperti bagaimana cara mengajari anak menggunting kertas, mewarna dan lain-lain. Sementara saat seusianya, rasanya kita lebih terampil dari mereka.Tak bisa dipungkiri, membimbing anak memang merupakan tantangan terbesar orangtua baru masa kini. Tapi bukan berarti tak ada jalan untuk mengatasinya. Mengikuti diskusi dan seminar untuk para orangtua (parenting class) adalah salah satu cara yang menarik untuk dicoba. Ajang seperti ini juga dapat dijadikan para orangtua untuk saling sharing, bertukar pengalaman dan lain-lain.


Anak adalah anugerah yang besar dari Tuhan. Setiap anak adalah unik. Dibutuhkan pengetahuan dan ketrampilan tertentu agar orangtua dapat mengembangkan potensi anak dengan maksimal. Disinilah dalam parenting class, orangtua bisa mengambil manfaatnya. Fenomena yang kini sedang berkembang, parenting class tidak hanya ditujukan untuk orangtua, melainkan bagi mereka yang terlibat dalam pengasuhan anak, sepertiĀ  kakek-nenek, paman-bibi, baby sitter, perawat, terapis, pekerja sosial, dan lain-lain.

Kini banyak parenting class yang dilakukan melalui internet, dengan penyelenggara yang berasal dari suatu tempat di luar negeri. Tapi karena unsur sharing adalah hal yang berperan penting, maka kelas semacam ini kurang dapat menjawab kebutuhan peserta untuk bertatap muka dan saling memberikan dukungan emosi. Yang banyak terjadi, program melalui internet hanya terbatas pada tingkat pengetahuan saja. Belum lagi masalah perbedaan budaya yang ada di antara komunitas internet.

Pembelajaran dengan membaca buku-buku saja tidak juga cukup untuk dilakukan. Maka, agar manfaat yang didapat terasa efektif, sebaiknya pilihlah parenting class intensif. Pastikan bahwa materi yang disajikan tidak hanya mencakup penguasaan konsep teknik parenting, namun juga praktik bagi masing-masing orangtua. Artinya, ada bagian yang melibatkan setiap peserta untuk mempraktikkan teori dan kemudian melakukan evaluasi

 

2 Respon untuk Belajar Menjadi ORTU

  1. writer-info

    13 November 2009 at 6:37 PM

    good article very useful for reader.thanks

     
  2. Patih

    26 November 2009 at 12:36 AM

    tulisan yang bagus! tapi kok jadi orangtua latihan, bukannya menjaadi ortu buat anak2nya itu sudah merupakan insting jadi gak terlalu membutuhkan kursus cuma butuh pengalaman dan aktualisasi diri di masyarakat.

    oia salam kenal nie pak, jadi inget nama guru SMA saya yang bernama muhamad Hasyim, beliau Guru yang sekaligus bisa menjadi Ortu buat murid2nya.

     

Tinggalkan Balasan

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Ubah )

Connecting to %s